Jumat, 24 Oktober 2008

ASAL USUL KALIMAT "MINAL 'AIDIN WALFAIDZIN"

Hari Raya Idhul Fitri, biasanya identik dengan kata-kata : “Selamat hari Lebaran... Minal ‘Aidzin Walfaidzin, mohon maaf lahir dan bathin ya..!”. Pernahkah diantara Anda yang penasaran dengan arti “Minal ‘Aidin Walfaidzin” ini ? Apakah benar artinya “Mohon maaf lahir dan bathin” ?? Ternyata secara harfiah, makna kalimat ini adalah “dari orang-orang yang kembali dan orang-orang yang beruntung..”. Ditinjau dari susunan kata-katanya, agak ganjil melihat kalimat ini dan bisa dikatakan ini bukan suatu kalimat sempurna. Coba Anda pikirkan, apa maksud dari perkataan “dari orang-orang yang kembali dan orang-orang yang beruntung” ?

Sebenarnya, kalimat utuh dari ucapan populer ini adalah “Ja’alan Allahu minal ‘aidin wlafaidzin” dengan makna : “Semoga Allah menjadikan kita bagian dari orang-orang yang kembali (fitri/suci) dan beruntung”. Dan yang lebih aneh lagi, coba nanti Anda perhatikan beberapa versi yang keluar dari mulut orang Indonesia. Ada yang memakai huruf ‘z’ semua (minal ‘aizin walfaizin), ada pula yang memakai huruf ‘dz’ (minal ‘aidzin walfaidzin). Seperti yang Anda tahu, dalam bahasa Arab salah satu huruf saja maknanya sudah berbeda. Maka dari itu, Anda harus hati-hati dalam menulis atau mengucapkan kalimat ini, khususnya bagi kaum Muslim.
Entah siapa yang pertama kali mengucapkannya atau orang yang pertama kali menulisnya. Inilah Indonesia, di mana suatu ketidakjelasan menjadi kebiasaan, smapai-sampai sesuatu yang jelas-jelas sunnah ditinggalkan begitu saja. Oleh karena itu, lebih baik gunakan saja bahasa Indonesia yang baik dan benar untuk mengucapkan selamat dalam bahasa Arab, apabila Anda masih belum mengerti tata bahasa dalam bahasa Arab.

Ibnu Hajar Rahimahullah mengatakan :
“Telah sampailah kepada kami riwayat dengan sanad yang ahsan dari Jubair bin Nufair, ia berkata : ‘Jika para Shahabat Rasulullah saling bertemu di hari raya, sebagiannya mengucapkan kepada sebagian lainnya : Taqqbalallahu minna wa minkum ‘ ”. (Fathul Bari (II) 446)
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahumahullah ditanya tentang ucapan selamat hari raya, beliau menjawab, “Ucapan selamat hari raya sebagian mereka kepada sebagian yang lainnya jika bertemu setelah shalat ‘Id dengan ungkapan : Taqaballahu minna waminkum dan A’aadahullahu’alaika serta ucapan sejenisnya, maka hal ini telah diriwayatkan dari sejumlah shabat bahwa mereka melakukannya, dan telah diperbolehkan oleh para imam seperti Imam Ahmad dan lain-lain. Maka barang siapa yang melakukannya, ia memiliki panutan, dan yang meninggalkannya pun memiliki panutan.” (Majmuu’ Fatawa (XXIV/253))*
Kesimpulannya bahwa kita selama ini salah kaprah dalam mengartikan kalimat “Minal ‘aidin walfaidzin”, maka dari itu apabila masih belum bisa berbahasa Arab dan baik dan benar maka ucapkan saja dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan asal ‘comot’ saja. Bukankah berbahasa Indonesia dengan baik dan benar merupakan cerminan dari diri bangsa kita yang baik ? Tetapi jika Anda mau belajar bahasa Arab, itu lebih baik.

*Fatwa Ibnu Hajar dan Syaikh Ibnu Taimiyyah diambil dari buku “Lebaran Menurut Sunnah” yang Shahih oleh Dr. Abdullah bin Muhammad bin Ahmad Ath Thayyar hal. 126 terbitan Pustaka ibnu Katsir.

Tidak ada komentar: